Pelaksanaan Jum'at Curhat Di Desa Danau Pakit, Masyarakat Keluhkan Pencurian TBS Ke Aiptu Heli Wibowo
Manis Mata - Permasalahan maraknya pencurian Tandan Buah Segar (TBS) di beberapa wilayah di Kecamatan Manis Mata, terutama di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan di kebun plasma mandiri, menjadi topik utama pada kegiatan Jum'at Curhat kali ini, Jum'at (16/6).
Kegiatan yang dilaksanakan di rumah salah satu warga Desa Danau Pakit Kecamatan Manis Mata tersebut di pimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Danau Pakit, Aiptu Heli Wibowo dan diikuti oleh Babinsa Danau Pakit, Babinsa Suak Burung, tokoh pemuda, tokoh adat Desa Danau Pakit, dan beberapa warga Desa Danau Pakit.
Plh. Kapolsek Manis Mata, Ipda Lukman Hakim, S.H melalui Bhabinkamtibmas Desa Danau Pakit mengatakan kali masyarakat mengadu kepada pihak Polsek Manis Mata bahwa akhir akhir ini sering terjadinya pencurian TBS di perusahaan dan kebun Mitra masyarakat yang ada di Desa Danau Pakit.
Hendri, salah satu tokoh pemuda Desa Danau Pakit meminta pihak kepolisian agar berkoordinasi, memberi saran dan masukan ke pihak perusahaan agar lebih meningkatkan keamanan kebun milik perusahaan dan kebun masyarakat sekitar perusahaan.
"Untuk itu kami meminta pihak kepolisian untuk berkoordinasi dengan pihak Perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kecamatan Manis Mata, khususnya Desa Danau Pakit untuk lebih meningkatkan keamanan kebun nya melalui satpam- satpam yg ada di perusahaan itu sendiri," pinta Hendri.
Kemudian Hendri, yang juga merupakan karyawan di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit setempat juga mengharapkan kerjasama semua stakeholder terkait utk mendata kebun milik masyarakat di sekitaran kebun milik perusahaan, serta mendata penampung/pembeli sawit mandiri.
Sementara itu, Aiptu Heli Wibowo, yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Danau Pakit menyampaikan bahwa Polsek Manis Mata, melalui Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti perusahaan, pengurus adat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mencari solusi dalam permasalahan ini.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti perusahaan, pengurus adat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mencari solusi dalam permasalahan ini," jelas Aiptu Heli Wibowo.
"Dan kami memberi saran kepada pihak pemerintahan desa, pengurus adat dan perusahaan setempat untuk bersama sama mendata pemilik kebun yg ada di sekitar perusahaan, dan mendata pembeli / penampung sawit mandiri di wilayahnya masing-masing guna mengurangi potensi tindak pidana pencurian," tambahnya. (F)

Komentar
Posting Komentar